Wisata Rohani di Bukit Doa Mahawu

Menyongsong Natal dan Tahun baru nanti tentu membuat sebagian orang akan mempersiapkan diri untuk perayaan besar dan libur panjang. Untuk menambah istimewanya momen tersebut, ada baiknya jika Anda dan keluarga mengisi waktu libur panjang ini dengan berlibur di tempat yang istimewa pula. Sebuah tempat rekreasi sekaligus tempat berdoa.

Dalam menyambut libur panjang kali ini ada baiknya jika dimanfaatkan untuk berlibur di tempat-tempat wisata yang bisa menyejukkan hati dan pikiran kembali. Tempat wisata yang bisa memperkuat keyakinan kepada Tuhan dan menikmati kesejukan dengan sejuta pesona alam di sekitarnya. Salah satu tempat yang tepat tersebut adalah Bukit Doa Mahawu atau yang sering dikenal sebagai Bukit Doa Tomohon.

Bukit Doa Mahawu juga dikenal dengan sebutan Bukit Kelong, Jalan Salib Mahawu, Kebun Raya Tomohon, Mahawu Payer Hill atau Prayer Hill of Tomohon. Bukit Doa Mahawu ini merupakan objek wisata alam dan wisata religi terletak di tepi selatan Kota Tomohon, 30 km bagian utara Kota Manado, Sulawesi Utara. Kawasan ini adalah bagian dari Gunung Mahawu yang merupakan gunung api (pasif) dengan ketinggian 1.311 meter dari permukaan laut.

Kawasan ini memiliki luas sekitar 80 hektar dan terkenal menjadi objek wisata sejak puluhan tahun yang lalu. Kawasan ini mulai menjadi objek wisata semenjak kepedulian keluarga Ronald Korompis Wewengkang menata kawasan ini menjadi Taman Salib Mahawu. Hingga saat ini Taman Salib Mahawu yang belakangan lebih dikenal sebagai Bukit Doa Mahawu berubah menjadi objek wisata alam andalan Kota Tomohon dan Sulut (Sulawesi Utara).

Anda bisa menikmati keindahan alam  secara langsung di atas bukit ini. Bukit ini ditumbuhi berbagai jenis pohon seperti pinus, cempaka, cemara agatis maupun kemiri. Pada pagi hari akan sangat terasa tiupan angin basah dan segar yang sangat cocok untuk melakukan olah raga pagi. Saat sore hari, Anda bisa menikmati senja saat matahari mulai terbenam perlahan. Anda juga bisa menikmati merdunya kicauan burung yang bersembunyi di balik ranting-ranting pohon di sekitar bukit. Terdengar pula gesekan dedauan dari pohon-pohon sekitar menderu lembut menyusul hembusan angin basah. Pesona keindahan dan kesejukan alam terasa melengkapi kedamaian itu.

Saat Anda menyelusuri Jalan Raya Manado-Tomohon, Anda bisa memanjakan mata dengan pemandangan alam sekitar yang memiliki sejuta pesona keindahan. Jalan yang berkelok-kelok akan menambah sensasi. Pada beberapa tempat Anda akan mendapati panorama Kota Manado dengan latar belakang laut dan hamparan pulau Bunaken, Siladen dan Manado Tua.

Ketika memasuki jalan lingkar Tomohon, Anda bisa menikmati hawa sejuk yang semakin terasa dan nuansa hijau dengan daerah perbukitan yang masih asri. Di sekitar jalan yang menuju Tandano, Anda akan melihat hamparan sayuran dan taman bunga. Jalan ini adalah akses untuk menuju lokasi objek wisata alam Bukit Doa Tomohon.

Bukit Doa Tomohon ini dilengkapi sarana keagamaan khas Katolik. Di bukit ini ada 14 bangunan berupa patung yang menyimbolkan prosesi kisah sengsara Yesus ketika menjalani hukuman penyaliban. Belasan bangunan dengan tampilan berbeda menyimbolkan penggalan kisah penyaliban melalui 14 titik perhentian perjalanan Yesus menuju bukit Golgota. Selain itu, bukit ini dilengkapi rumah ibadah atau gereja kecil bernama Kapel Bunda Maria. Selain itu, Bukit Doa Mahawu ini juga dilengkapi sarana keagamaan lainnya seperti Goa Maria Sanctissima.

Di depan gereja ini Anda bisa menyaksikan keanggunan Gunung Lokon yang tak pernah lelah mengepulkan asapnya di tepi utara Kota Tomohon. Di sini pula Anda bisa menyaksikan Kota Tomohon yang membentang di antara kaki Gunung Lokon dan Mahawu. Kawasan pinggang gunung yang tertata apik dan berpanorama elok ini memang dikenal sebagai Bukit Doa Mahawu yang berperan sebagai objek wisata alam dan terbuka untuk umum.

Tak hanya sebagai tempat wisata rohani saja, Bukit Doa Mahawu ini juga merupakan tempat pariwisata yang banyak dikunjungi oleh para wisatawan. Hal ini terlihat dari jumlah pengunjung setiap harinya yang membuat bukit ini tak pernah sepi oleh para wisatawan. Rata-rata pengunjung pada hari biasa sekitar 400-500 orang. Pada hari libur pengunjung bisa mencapai 4.000-5.000 orang per hari. Pengunjung tempat wisata ini berasal dari berbagai daerah di Indonesia, bahkan turis asing dari 25 negara sering mengunjungi tempat ini. Dari jumlah wisatawan ini Anda bisa membayangkan betapa indahnya pesona alam di kawasan ini.

Para wisatawan ini bukan hanya dari kelompok yang ingin berlibur saja tetapi banyak juga kelompok siswa dari suatu sekolah jurusan pariwisata yang melakukan kunjungan di bukit ini. Bukit ini juga menjadi pilihan banyak perusahaan melaksanakan kegiatan di alam bebas. Ada pula yang menjadikan bukit ini sebagai tempat prewedding bahkan para artis dan sejumlah petinggi partai politik pun sering mengunjungi tempat ini.

Selain menyediakan sarana keagamaan dan tempat wisata, tempat ini juga menyediakan sarana outbound bagi perusahaan yang mengadakan acara tersebut. Tidak jarang pengujung tempat wisata ini memanfaatkan fasilitas tersebut untuk berolahraga dan bermain walaupun hanya sendirian.

Kawasan  Tomohon ini juga menawarkan berbagai tempat wisata lainnya seperti Pasar Tradisional Tomohon, Bukit Doa Tomohon, Danau Linow Lahendong, menonton Tari Perang Kabasaran dan Climbing ke Gunung Mahawu maupun Lokon. Tempat-tempat tersebut adalah tempat  yang sering dikunjungi oleh para wisatawan dan menjadi destinasi wisata yang populer bagi para wisatawan, baik wisatawan lokal, domestik maupun internasional.

This entry was posted in Info Unik. Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s