Tradisi Menyembunyikan Sapu Jelang Imlek

fatimaima.blogspot.com

Tahun baru Imlek merupakan perayaan penting bagi warga Tionghoa. Perayaan Tahun Baru Imlek ini dimulai pada hari pertama bulan pertama penanggalan Tionghoa dan berakhir dengan perayaan Cap Go Meh di hari ke-15 setelah Tahun Baru, yang jatuh saat bulan purnama. Penanggalan kalender Tionghoa sebenarnya dipengaruhi dua sistem kalender, yaitu sistem gregorian dan sistem bulan-matahari, dimana satu tahun terbagi menjadi 12 bulan.

Banyak legenda yang ternyata melingkupi momen berbagi kebahagiaan ini dan hingga sekarang masih menjadi tradisi khususnya bagi warga Tionghoa. Pada pecinan kali ini, Commagz membahas sebuah tradisi menjelang Imlek yaitu tradisi menyembunyikan sapu.

Menurut legenda, pada zaman dahulu ada seorang pedagang bernama Ou Ming yang selalu menggunakan perahu untuk menjalankan usahanya. Pada suatu hari ketika Ou berlayar di Danau Pengze, tiba-tiba badai menghadang, sehingga perahu terdampar di sebuah pulau. Perahu Ou Ming menjadi rusak dan tidak dapat dipakai lagi untuk meneruskan perjalanan. Tak lama berselang datang seseorang yang bernama Qing Hong Jun, pemilik dari pulau tersebut.

Qing mengundang Ou ke tempat tinggalnya dan menjamu Ou dengan hangat. Qing berniat memberikan sebuah tanda mata sebagai kenang-kenangan atas kunjungan Ou. Ou dipersilahkan memilih barang yang disukainya. Pada saat seorang pelayan Qing menghidangkan minuman untuk Ou, secara tidak sadar terucap bahwa Ru Yuan adalah harta yang paling berharga. Ou mendengarkan hal itu dan berpikir, siapakah Ru Yuan itu, namun dia memastikan bahwa Ru Yuan sangat berharga.

Kemudian Ou meminta Ru Yuan kepada Qing sebagai kenang-kenangannya. Meskipun pada awalnya Qing ragu, namun akhirnya Ru Yuan diberikan kepada Ou. Ternyata Ru Yuan adalah seorang pembantu wanita di rumah Qing yang sangat cantik. Lalu Qing menyiapkan sebuah perahu untuk Ou. Pada saat perpisahan, Qing memberikan satu peti permata kepada Ru Yuan. Melihat permata yang sangat banyak, timbul pikiran jahat pada Ou untuk memiliki permata tersebut bagi dirinya sendiri.

Setelah mereka tiba di rumah, Ou melayani Ru Yuan sangat baik, sehingga lama kelamaan Ru Yuan terlena dan memberikan kunci peti permata itu kepada Ou. Namun setelah kunci itu diberikan, sifat Ou langsung berubah total. Ou memperlakukan Ru Yuan sangat buruk layaknya seperti pembantu. Ru Yuan harus mengerjakan seluruh pekerjaan rumah siang dan malam tanpa ada rasa kasihan.

Pada suatu hari, tepatnya hari pertama perayaan Tahun Baru Imlek, Ou berpikir bahwa Ru Yuan terlalu malas, karena baru bangun pada saat ayam berkokok, lalu memukuli Ru Yuan. Tidak tahan dengan perlakuan Ou, Ru Yuan berusaha lari. Melihat itu Ou tidak tinggal diam, Ou segera mengejar Ru Yuan.

Saat berusaha lari, Ru Yuan melihat sebuah sapu tersandar pada pohon, lalu Ru Yuan memutuskan untuk menghilang ke dalam sapu tersebut. Bersamaan dengan menghilangnya Ru Yuan, semua harta benda dan permata yang ada dirumah Ou turut terbang dan menghilang ke dalam sapu. Menyaksikan kejadian itu, Ou hanya bisa diam terpaku dan semenjak itu Ou kembali miskin.

Setelah kejadian itu, tradisi sesudah membersihkan rumah untuk menyambut Tahun Baru Imlek, orang-orang menyembunyikan sapu dan pembersih lainnya, guna menghindari segala hal yang tidak diharapkan hilang tersapu.

This entry was posted in Pecinan. Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s