Dengan Teknologi Membran, Keringat Dapat Diminum Kembali

Air keringat merupakan sisa dari proses metabolisme tubuh manusia yang dikeluarkan melalui kulit. Biasanya keringat tersebut akan keluar dengan volume yang banyak saat manusia melakukan aktivitas berat atau dalam jangka waktu yang cukup lama.  Air keringat rasanya asin seperti garam.

Meskipun kita sudah mengetahui apakah keringat itu, namun tidak pernah terpikirkan oleh kita bahwa dengan teknologi penyulingan terbaru sebenarnya air keringat yang keluar dari tubuh kita itu  bisa diminum kembali.

Kedengarannya agak aneh dan janggal, air keringat kok diminum.  Mungkin saja sedikit heran karena air yang biasa diseka dengan sapu tangan atau handuk itu bisa dijadikan air minum yang sehat. Bebas kuman dan bakteri.

Seorang insinyur asal Swedia, Andreas Hammar,  punya ide yang sangat luar biasa. Ilmuwan ini memutar otaknya untuk menciptakan sebuah mesin yang bisa mengubah keringat menjadi air segar yang bisa diminum. Meskipun tidak terjadi krisis air saat itu, penelitian pun dilakukan terus-menerus dan  membuahkan hasil.

Secara prinsip, mesin khusus itu bekerja dengan menyaring dan memanaskan pakaian yang basah kuyup karena keringat. Kemudian keringat menguap pada membran khusus yang hanya dapat menyaring molekul air saja.
Dengan menggunakan zat pokok yang disebut  Gortex (bahan anti air) memungkinkan uap air tadi melewatinya dan mengeluarkan bakteri, garam, serat pakaian, dan lainnya.

Sebenarnya bagian terpenting dari teknologi mesin penyuling keringat itu adalah komponen pemurni air baru yang dikembangkan sebuah perusahaan lokal di Inggris bekerja sama dengan Royal Institute of Technology Swedia. Mesin itu memiliki kemampuan yang sama dengan mesin ruang angkasa internasional (ISS) dalam mengolah urin astronot.

Pertanyaan yang kemudian timbul adalah seberapa banyak jumlah air yang bisa dihasilkan mesin ini? Dapat dijelaskan bahwa  itu tergantung seberapa banyak keringat yang dihasilkan seseorang. Sebagai gambaran untuk keringat satu T-shirt, biasanya menghasilkan 10 ml air. Itu kira-kira seteguk saja.

Mesin pemurni air keringat itu telah diuji coba pada pagelaran Piala Gothia, sebuah turnamen sepakbola muda internasional terbesar di dunia. Mesin itu ternyata sekarang telah digunakan oleh 1.000 orang di Gothenburg, Swedia.

Meski bermanfaat untuk kehidupan manusia, namun teknologi teranyar ini belum bisa digunakan secara optimal. Manusia belum menghasilkan keringat sebanyak yang diharapkan, terutama di daerah-daerah yang cuacanya sangat dingin dimana keringat sangat sedikit keluarnya.

Karena untuk menghasilkan air minum yang lebih besar butuh keringat yang lebih banyak. Dan satu lagi, meskipun air yang dihasilkan mesin itu disebutkan lebih bersih dari air kran lokal, namun mesin ini tidak diproduksi secara massal.

Suatu saat yang tidak tahu kapan waktunya, bisa saja mesin penyuling air keringat ini menjadi solusi dalam penyediaan air bersih bagi masyarakat dunia yang tengah dilanda musim kemarau berkepanjangan.

This entry was posted in Info teknologi. Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s