Asal Mula Pembuatan Kalender Tahun Baru Imlek

Foto: dangstars.blogspot.com

Pada tanggal 1 (satu) bulan 1 (satu) penanggalan Imlek atau sering disebut dalam istilah mandarin “Zhen Yue Chu Yi” merupakan hari pertama dalam satu Tahun dan dirayakan sebagai Tahun Baru Imlek atau juga dikenal sebagai istilah “Chun Jie”. Dalam bahasa mandarin, istilah “Chui Jie” atau “Hari Raya Musim Semi” dipakai karena pada hari itu juga merupakan awal dimulainya musim semi dalam satu tahun. Musim semi merupakan salah satu musim dari 4 (empat) musim di negara-negara yang terletak di bagian utara bumi ini.

Penciptaan kalender Imlek mungkin sebagian orang belum tahu, siapa penciptanya dan bagaimana asal mulanya. Pada pecinan kali ini Commagz menjabarkan awal dibuatnya kalender Imlek untuk membantu orang-orang yang masih awam mengetahui tentang perhitungan musim selama 1(satu) tahun dan berulang ditahun berikutnya secara terus menerus.

Pada zaman dahulu di daratan China ada seorang pemuda yang bernama “Wan Nian” melihat kekacauan perhitungan musim pada saat itu, muncul lah niat untuk memperbaiki cara perhitungan musim yang lebih akurat. Suatu hari, pemuda tersebut lelah bekerja dan duduk di bawah pohon untuk istirahat. Kemudian dia terinspirasi oleh bayangan pohon yang bergerak sehingga menciptakan suatu alat untuk memantau pergerakan bayangan matahari agar dapat mengetahui dan mengukur waktu dalam satu hari. Kemudian, tetesan air dari tebing juga menginpirasi dia untuk menciptakan alat bertingkat lima yang bernama “Wu Ceng Lou Hu” untuk mengukur waktu. Dengan alat-alat yang di ciptakannya, dia menemukan bahwa masing-masing musim akan berulang kembali setiap 360-an hari.

Raja pada saat itu bernama “Zu Yi” juga sering di pusingkan dengan masalah situasi perubahan musim yang tidak dapat di prediksi. Kemudian pemuda “Wan Nian” membawa alat-alat ciptaannya untuk menemui sang Raja. Raja Zu Yi sangat gembira mendengarkan penjelasan-penjelasan tentang perhitungan perubahan musim yang ditemukan oleh Wan Nian dan meminta Wan Nian untuk tinggal di istana.

Raja Zu Yi membangun sebuah bangunan yang bernama “Ri Yue Ge” atau “Pavilion Matahari Bulan” untuk mengetahui hukum alam tentang hari dan bulan. Bangunan ini dibuat agat dapat mengetahui lebih akurat waktu fajar dan senja setiap harinya, yang akhirnya menciptakan kalender untuk kepentingan dan kesejahteraan rakyatnya.

Suatu hari, Raja Zu Yi pergi ke Pavilion Matahari Bulan (Ri Yue Ge) untuk mengetahui lebih jelas mengenai perkembangan pembuatan kalender, beliau melihat puisi yang terukir di sisi Pavilion Matahari Bulan.  Terjemahan ke bahasa indonesia kira-kira seperti ini :
“Matahari terbit dan tenggelam selama tiga ratus enam puluh, dan terus menerus berulang
rumput dan pohon layu mekar terbagi menjadi empat musim, terdapat 12 kali bulan purnama.”

Mengetahui Wan Nian sudah berhasil, Sang Raja langsung pergi menemui Wan Nian yang berada di Pavilion tersebut. Wan Nian menunjukkan perbintangan dan berkata kepada Raja Zu Yi, “Sekarang 12 bulan sudah penuh, satu tahun sudah selesai, Musim semi yang kembali lagi”. Kemudian Wan Nian meminta Raja Zu Yi untuk menentukan Hari Raya yang dimaksud tersebut. Raja Zu Yi kemudian berkata, “Sekarang adalah Musim Semi yang merupakan Musim pertama dalam satu tahun, maka kita sebut saja Hari Raya Musim Semi”.

Itulah asal-usul pertama munculnya Hari Raya Musim Semi atau Tahun Baru Imlek yang kita kenal sampai saat ini.

This entry was posted in Pecinan. Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s