Menikmati Wisata Kuliner di Shanghai Mulai dari Xiao Long Bao hingga Lebah Madu

Foro by:chinatourguide.com

Wisata kuliner selalu menjadi kegiatan menarik saat berjalan-jalan ke luar negeri. Seperti halnya Indonesia, selain terkenal sebagai negeri yang kaya akan budaya, Cina juga mempunyai banyak makanan khas yang sampai saat ini menjadi favorit orang-orang di dunia. Ada keunikan tersendiri saat kita menikmati hidangan khas Cina, baik dari bentuk, nama, maupun aromanya.

Bagi Anda penikmat makanan unik dan tidak biasa, Kota Shanghai bisa jadi salah satu tujuan kuliner yang menarik. Di negara ini banyak makanan enak termasuk juga yang aneh dan unik.

Di Shanghai, ada sebuah jalan yang bernama Nanjing Road, tepatnya di Old Shanghai (Puxi). Dulu jalan ini disebut Nanking Road, panjangnya sekitar 5 KM dan berujung di kawasan The Bund. Di Nanjing Road. Selain banyak dilakukan aktifitas bisnis juga terdapat wisata kuliner, mulai dari makanan tradisional khas China sampai makanan modern internasional.

Di sana Anda bisa menemukan beberapa makanan khas kota ini yang kebanyakan adalah jenis Dumpling (semacam dimsum), mie, sup dan nasi goreng. Selain makanan jenis Dumpling, Anda juga bisa menjumpai beberapa makanan aneh yang dijajakan, mulai dari sup darah bebek hingga ekor babi.

Berikut beberapa makanan khas Shanghai yang akan menggugah selera Anda :

Xiao Long Bao
Xiao Long Bao adalah jenis makanan yang dikukus dalam keranjang bambu kecil (sama dengan namanya, Xiaolong yang artinya keranjang mengepul)., dibalut kulit pangsit dan  di dalamnya terdapat daging yang berkuah. Xiao Long Bao adalah makanan asli dari Shanghai, yang cara pengolahannya unik. Kuah sup yang dibekukan, lalu dipotong-potong dalam bentuk kotak kecil, dimasukkan bersama daging olahan atau apa pun yang ingin dimasukkan di dalam kulit pangsit. Xiaolongbao sering disebut juga kue sup pangsit.

Guo Tie
Guo Tie (Gyoza) adalah sejenis dumpling Cina yang digoreng dengan sedikit minyak. Guo Tie diisi dengan daging, udang dan sayuran dan biasanya berbentuk bulan sabit. Sebagai pelengkap, bisa dimakan dengan kecap yang ditambah dengan irisan jahe, atau sambal.

Mie Baikut
Mie Baikut disebut juga Mie Kaki Babi, karena mie-nya dimasak bersama kaldu kaki babi. Mie Baikut terasa kenyal dan dikombinasi dengan sayur asin dan daun bawang.

Selain makanan-makanan di atas, di Shanghai masih banyak pilihan makanan lain yang tak kalah menarik. Sebut saja Sup Shanghai, Sam Chan, Song Mie, dan lain sebagainya.

Jika Anda ingin mencicipi rasa dan selera yang unik dan aneh, Shanghai juga jadi salah satunya. Coba saja mencicipi makanan berikut ini :

Lebah Madu
Makanan ini adalah makanan tradisional dari propinsi Yunnan. Masakannya yang paling disukai adalah lebah madu yang digoreng dalam minyak panas dan hanya dibumbui oleh garam dan lada. Walaupun hanya diberi bumbu sederhana, namun rasa lebah madu goreng ini lezat, karena ada rasa manis gurih yang alami.

Ekor Babi
Di restoran A Ying Bao, semangkuk ekor babi yang direbus dengan kedelai dihargai sekitar Rp. 67.000. Makanan ekor babi ini asalnya dari bagian utara timur China. Di pasar basah Cina, ekor-ekor ini biasanya dijual dalam rendaman air garam dan siap diolah. Ekor babi ini dipercaya bagus untuk kulit.

Sup darah ayam / darah bebek
Di Shanghai, menyajikan menu ini adalah hal yang biasa. Di restoran Fu Chun, semangkuk sup darah ayam/bebek ini dihargai sekitar Rp. 4.500,. Makanan ini menjadi salah satu menu shi liao, atau makanan yang digunakan sebagai obat penyembuhan. Masyarakat China percaya jika meminum darah ayam atau dar ah bebek dapat menambah darah. Rasa sup ini memang agak aneh dan tak biasa, namun tetap memberikan sensasi segar dan lembut dilidah.

Lapisan perut sapi
Makanan ini sangat popular di Cina. Biasanya, makanan ini dijual dengan harga sekitar Rp. 41.000,. Penyajiannya bisa berkuah ataupun digoreng. Perut sapi yang teksturnya kenyal dan rasanya hambar, maka perlu bumbu tambahan untuk memberikan rasa enak pada olahan perut sapi ini.

Ular
Di Tongchuan Seafood Market, salah satu pasar basah terbesar di Shanghai, banyak dijual ular untuk dimasak. Ular-ular ini dijual sekitar Rp.145.000 hingga Rp.580.000,.  per 500 gram. Ular-ular tersebut didapatkan dari gunung di propinsi Jiangxi. Ular ini biasa diolah dengan banyak cara. Yang paling favorit, digoreng dengan garam dan lada, ataupun direbus dan direndam dalam rice wine.

Sedikit ekstrem bukan? Anda ingin mulai mencicipi Mie Baikut? Atau langsung menikmati lebah madu? Itu terserah Anda. Selamat mencoba!  (DNY)

This entry was posted in Destination. Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s